KALI KETIGA
KILAS
Mentari pagi ini berbeda, teramat berbeda, tepatnya setelah kau beranjak dari sisiku semua terasa berbeda. Pagi-pagi saja aku sudah harus terpaku pada layar ponselku, menunggu adanya kabar darimu, maaf aku terlalu egois, aku hanya mampu menunggu adanya kabar namun tak mampu memberi kabar, hanya mempu merindu namun tak mampu memberikan ungkapan, terkadang dengan mudahnya diri ini lupa.
Aku membawa tubuhku untuk tergabung dalam padatnya aktivitas di kampus, menyibukkan diri agar semua tentangmu sedikit mengurangi pikiranku, ternyata aku salah, kesibukkan malah membuatku semakin merindu, Langit semakin terang, aku menatap jam yang melekat di tangan kiriku, ternyata sudah pukul 13.00 WIB, Aku masih berada di kampus, menatap orang-orang yang berlalu lalang adan yang sedang bersenda gurau, ada yang sambil memainnkan ponselnya dan banyak lagi.
Aku merogoh ponsel dari saku ku, aku mengecek room chat ku ternyata hari ini aku belum juga menerima satu pesan darimu, ternyata rindu benar-benar menguasai tubuhku, padahal baru saja tadi malam kita menyita jatah jam tidur hanya karena kita terlalu larut dalam pembicaraan yang tidak teramat penting hingga kita terlelap dalam bayang-bayang kebersamaan.
Aku meluncur untuk melihat story yang ada pada Whatsapp, mata ku terpaku, ternyata ada namamu dalam deretan-deretan story di kontakku. Ternyata kau memang tidak ada keinginan untuk memberiku kabar, aku mengetuknya untuk melihat story apa yang kau buat, ternyata kau memposting video bahwa kau sedang bersenang-senang dengan teman-temanmu, Dan hanya rasa syukur yang mampu terucap ternyata kau baik-baik saja tidak sepertiku yang remuk redam setelah pergimu.
"Dan semesta tidak akan pernah berdusta dengan apa yang telah ia janjikan"
Komentar
Posting Komentar